Wednesday, 15 June 2011

terbalik

mungkin dari saya lahir saya sudah di takdirkan untuk tumbuh sebagai gadis yang matre. tapi sayang seribu sayang, dari wal pertama kali saya punya pacar, yang harus membayar untuk nyaris sebagian besar kegiatan berpacaran ya saya.

terus terang, penyakit iri hati saya sangat mengganggu. harusnya saya bersyukur, paling enggak sudah ada yang mau berpacaran dengan saya, tapi saya malah semakin ingin ini, ingin itu. padahal, dulu waktu saya kecil, boro-boro ada lelaki yang tertarik dengan saya.

waktu saya kecil, saya ini, sudah jelek, menyebalkan, dan sok tahu pula. yah, pantas saja tidak ada lelaki yang berniat untuk mendekati saya. yah, paling tidak, saat ini saya sudah tidak sejelek dulu lah, alhamdulillah. jadi kalo tingkah saya masih menyebalkan, paling engga muka saya masih agak enak dilihat lah. haha.

tapi dari yang saya perhatikan, rata-rata laki-laki yang sudah menjalin hubungan dengan saya akhirnya menjadi jengah setelah beberapa lama. akhirnya mereka pun mulai menjauh dan akhirnya ya saya di putusin. haha. kasihan ya.

tapi biar bagaimana pun, saya ingin sekali punya pacar yang membayari saya apapun. kadang-kadang saya suka sedih. seringkali say berfikir, dalam setiap hubungan yang saya jalani (kecuali hubungan yang pertama), saya seringkali bertindak sebagai laki-laki. saya selalu menjadi oknum yang tidak berperasaan, berhati dingin, sembarangan. dimana di lain sisi, pacar saya, lebih bertindak sebagai perempunnya. banyak merengek, dan lain sebagainya.

kadang-kadang, saya merasa lelah. saya sudah memutuskan, setelah selesai menjalani hubungan ini, saya akan berhenti berpacaran. saya akan memfokuskan kepada karir dan uang. saya sudah menjadi seorang tulang punggung keluarga (ya belom sih, tapi mesti siap-siap lah), saya harus fokus dengan kuliah adik saya nanti. apalagi hari gini, biaya perkuliahan sangatlah mahal sekali. saya bertekad, saya mau taa'ruf! siapa yang melmar akan menjadi suami saya. pacarannya nanti saja. setelah menikah. ya! mungkin memang harus begitu. baiklah.

hari ini, oknum D, sepupu saya di kota YK, mendapat hadiah blackberry bold dari pacarnya, dan dia meminta uang kecepatan (internet) karena belum di bayar. haduh, kepala saya langsung pusing dibuatnya. bagaimana ini, saya malu mau meminta sama ibu saya, tapi bagaimana, saya tidak punya uang sama sekali. sudah begitu, kemarin malah saya mencoba untuk membuat katalog produk CS, dan gagal. haduh, saya gemuk sekali dan juga hitam sekali. huh! :(

yah sudahlah, sekarang saya hanya bisa meminta kepada Allah SWT, semoga Ia segera menyembuhkan penyakit iri dengki ku. amin.

Tuesday, 14 June 2011

kere

hah... ngga punya uang. memang menyebalkan. sangat sangat menyebalkan. tapi untuk memulai kembali berfoto untuk chaos rasanya malaaaasssss.... sekali. payah. benar-benar menyebalkan. padahla satu-satunya cara untuk mendapatkan uang saat ini ya dengan kembali berjualan. haduh. baiklah baiklah. harus segera dimulai kembali rasanya. siap! hap! hap!

tidak jadi pulang

ngga jadi pulang nih. tadinya mau pulang besok (rabu), tapi karena saya pikir bakal ada jobfair di senayan city besok sabtu dan minggu, saya kepengen dateng sih. meskipun, dari sekarang udah jiper duluan, bisa ngga nge handle orang-orang itu hahaha. jiper duluan masya allah.

hah, bagaimana bisa maju kalau belum apa-apa sudah takut duluan. tapi saya tidak boleh menyerah! ya! saya harus bisa! sesusah apa sih job fair itu? palingan yang bikin susah kalo ayah saya ikut-ikutan, yang ini aja mbak, daftar itu aja mbak. yah, ya! saya harus berusaha! harus!

sekarang jam setengah tiga sore dan saya baru bangun tidur. tadi ketika saya sedang solat zuhur, saya berfikir untuk mencari pekerjaan di jogjakarta saja. hhh. entah berapa besar uang yang bisa saya dapatkan disana. tapi entah mengapa bekerja disana terdengar sangat menarik. hahaha.

yah baiklah, saya juga akan mencoba! siap!

Monday, 13 June 2011

i dont care, deypey.

kadang-kadang, kalo mendapat komentar dari mereka yang udah ngebaca multiply gue dan memberikan reaksi positif, gue suka bingung. apa yang bagus dari blog gue itu? itu ngg alebih dari ungkapan frustasi seorang remaja yang bodoh, tidak diterima dalam lingkungan pergaulannya dan juga tidak memiliki kemampuan yang sebanding dengan teman-temannya yang lain.

padahal menurut saya, tulisan saya ngga ada apa-apanya dibandingkan tulisan arwil maupun syadin. (semua nama saya samarkan agar engga ke search di search engine). bahkan, di beberapa tulisan yang saya rasa saya sangat total dan "menulis dengan menggunakan hati" malah tidak mendapatkan tanggapan yang banyak.

menulis dalam sebuah ranah, dimana terdapat home, dimana setiap update terbaru bisa langsung masuk dan dapat dibaca setiap orang, dan kemudian tidak mendapat komentar apa-apa, terus terang itu sangat menyakitkan. saya udah terbiasa untuk mendapatkan komentar positif akan tulisan-tulisan saya, jadi saya langsung merasa down ketika pada akhirnya tidak ada lagi orang yang menggubris tulisan-tulisan saya.

akhirnya, untuk sedikit menyindir, dan "bertanya secara halus" masih ada kah orang yang ingin membaca tulisan-tulisan saya, saya berkata bahwa saya akan berhenti menulis dalam akun multiply saya. dan ternyata. tak ada yang perduli.

ah sial. tau gitu ngga usah sok-sok an bilang mau berhenti deh.

yah inilah dia, pelairan, dan pengharapan baru. mengkin lebih baik saya berkata untuk saya sendiri, dan membacanya untuk saya sendiri. dengan begitu, saya jadi bisa berkaca bukan? :)

melawan sesama

tadinya saya berniat untuk menghapus beberapa blog saya sebelumnya, atau ngga mengganti domainnya biar ngga bisa di search di search engine. tapi, berhubung yang punya nama Dian Pawestri di Indonesia ini banyak banget... saya tau pasti yang pengen pake domain deypey.com di blogspotnya banyak banget, jadi lebih baik saya pertahankan. karena saya ngga mau kalah dengan deypey deypey lainnya.

HAHAHAHA! saya menang! saya sudah curi start! hahaha rasakan.

akhirnya, saya memutuskan untuk membuat satu blog baru (lagi). setelah saya baca-baca, dari 4 blog yang saya miliki, ke-4-4nya memiliki cara penyampaian yang berbeda. ada yang isinya lawakan aja, curhat, sok-sok ngequote (baca: sok bijak), dan akhirnya, nulis ala-ala ibu-ibu di blog ini.

yah, saya akan coba jujur di blog saya yang terbaru ini. :)

saya menanggung resiko sih sebenarnya, ada nama panjang saya nih mencuat tiap saya selesai ngetik. mudah-mudahan ngga nongol dah di search engine, amin.

titik dua(tanpa spasi)huruf p

emoticon

dalam menulis sehari-hari, baik saat mengetik sms, atau sekedar mengupdate status di twitter, terkadang kita menambahkan beberapa emoticon untuk membantu kita dalam menyampaikan emosi yang dirasakan. misalnya, menggunakan smiley :) (senyum), :( (sedih) dan banyak lagi lainnya. apalagi kalo kalian adalah pengguna blackberry, disitu terdapat menu auto teks yang bisa diedit dengan seenak udel dengan limit yang tidak terbatas (mungkin terbatas, tapi penulis belum mengecek berapa banyak).

tapi dari keseluruhan emoticon yang digunakan, penggunaan emoticon melet ( :p ) adalah penggunakan emoticon paling menyebalkan seluruh dunia akhirat. apapun konteks yang digunakan, melengkapi tulisan dengan emoticon tersebut dan ditujukan kepada saya khususnya (misalnya saat mereply sms, atau bbm, atau status twitter, bahkan blog) membuat saya marah dan merasa dihina. entah ngga tau gimana, tapi ketika emoticon tersebut muncul, yang ada di bayangan saya adalah raut muka seorang pemeran antagonis di sinetron, dengan bibir nyinyir yang nyaris sumbing saking sinisnya, dengan alis yang terangkat sebelah.

POKONYA NYEBAI PISAN LAH.

beberapa teman saya sudah saya ingatkan untuk tidak menggunakan emoticon tersebut ketika sedang berinteraksi teks dengan saya. namun tentu saya tidak bisa meminta kepada seluruh orang untuk tidak menggunkan emoticon itu kepada saya kan? emangnye, sape eloh? pasti begitu batin orang-orang yang ngga deket sama saya.

masih mending kalo saya sedang menggunakan blackberry saya saat ada yang mengirimkan emoticon itu, tapi kalo ada yang mengirimkan ke nomer saya yang ada di dalam ponsel nokia. waduh... kecil kemungkinan saya akan membalas sms anda. yah, keculi nama kamu berinisial SBY, atau RW (ibu saya), ataupun WTH (bapak saya).

bener si. saya jendral bukan, cindirella bukan, apalagi eminem. ow, jelas bukan.

maka dari itu. saya himbau (ceile, calon gubernur lagaknye beda ye) kepada masyarakat Multiply untuk menggunakan emoticon dengan baik dan benar. :P ( loh? )

pergeseran cita-cita

tau ngga apa ketakutan terbaru saya sekarang? saya takut putus sama kamu. padahal jelas-jelas jadian sama kamu adalah sebuah kesalahan terbesar dalam hidup saya. pacaran sama Katolik dan saya Islam.

haduh... ampuni dosa saya Tuhan...


akhir-akhir ini yang ada dalam pikiran saya adalah, apakah nanti, laki-laki yang akan menjadi suami saya bisa sebaik kamu? apakah ia bisa menghargai dan mencintai saya sebesar dan sebaik cara kamu memperlakukan saya sekarang?

(haduh, lagi asik nulis tiba-tiba nongol notifikasi batre laptop mau abis ganggu banget deh)

gagal di psikotest yang saya kerjain sendiri di rumah bikin saya jadi pesimis kalo saya emang bisa dapet kerjaan beneran di kantor. saya sampe udah ngga mau lagi ngelamar di kantor, dan berharap ada laki-laki mapan, yang cinta sama saya dan ingin segera melamar saya. hahaha.

iya iya, saya memang juaranya males.

rasanya, akhir-akhir ini, menjadi ibu dan menimang anak menjadi lebih menarik daripada harus menghadapi orang yang akan menginterview saya.

hm... saya ngga tau kapan sih waktu itu datang. waktu dimana akhirnya ada lelaki yang menjadi suami saya dan meminta saya kepada orang tua saya.

aduh gak sabar deh!

di doa saya dalam setiap shalat, saya memang ngga meminta apa-apa, tapi sebenarnya dalam hati, saya sudah tidak sabar untuk segera menikah. tapi biasanya sih, apa yang paling saya harapkan tidak akan menjadi kenyataan. biasanya harapan saya terkabul justru ketika saya sudah tidak mengharapkan apapun.

yah... ya sudah lah. mungkin lebih baik saya bersabar saja.

dengarkan doa saya Ya Allah..