Its 3 pm in the afternoon right now. While i'm listening to my ipod playlist (just found it somewhere in my car yesterday after 6-months gone) i feel so desperate. This playlist reminds me of couple months ago while i'm sitting or walking somewhere in malaysia. Lost and having zero idea which street should i took...
I feel desperate. I feel like i'm a failed person. I cant gain money as much as before, I still dont have any regular work. Thats a real pain in my ass i think..
Hearing people that i graduated from this glamorous university, and still not work yet.
Man, thats uncool.
I myself, keep wondering. What kind of job that i actually want to do? I dont know... Im not sure, am i able to be a workers? am i good enough? am i? am i? am i?
I suck.
Tuesday, 13 December 2011
Thursday, 22 September 2011
Kamu. FXYPW
Kening.
Itu adalah judul dari buku yang ditulis oleh
Fitri Tropica. Gue memang belum selesai membaca seluruh bagian dari
buku tersebut, tapi gue sudah membaca 6 bab pertama dari buku tersebut.
Kemudian memutuskan untuk berhenti membacanya, dan mulai menulis.
Saya
memang bukan selebritis. Mungkin cerita cinta saya tidak semenarik yang
di ceritakan oleh Fitri dalam bukunya tersebut, tapi ceritanya tentang
Arga, mengingatkan saya tentang kamu.
Malam ini, saya
resmi menangis. Tangis saya sudah terhenti rama untuk hal-hal cheesy
seperti cinta. Saya yang dulu sangat mudah untuk terenyuh hatinya karena
sebuket mawar, atau karena seseorang membukakan pintu mobilnya ketika
saya akan naik, sekarang sudah tidak lagi.
Semenjak
perpisahan saya dengan kamu beberapa tahun yang lalu, saya merubah mind
set saya. Saya berhenti untuk berfikiran naif, dan mulai berusaha
memposisikan diri saya sebagai lelaki. Saya berusaha mengenali seperti
apa tindak tanduk laki-laki. Semenjak hari itu, saya berubah menjadi
saya yang baru. Saya yang dingin, tidak punya hati, tidak punya
perasaan, kasar, cuek, dan santai.
Saya bukan lagi
menjadi perempuan kebanyakan. Sejak saat itu, saya selalu mengedepankan
logika saya dan menyimpan dalam-dalam perasaan saya. Saya selalu
membuang jauh-jauh energi positif saya dan menamengi diri saya dengan
energi dan pikiran negatif.
Buat saya saat itu, dengan
menjadi seseorang yang tidak berperasaan, tidak memikirkan dalam-dalam
suatu masalah, selalu melihat seseatu dari segi negatifnya terlebih
dahulu, akan menjauhkan saya dari rasa sakit hati yang saya alami karena
kamu. Dengan memikirkan sisi negatifnya terlebih dahulu, saya sudah
mempersiapkan hati saya apabila apa yang saya pikirkan tersebut
benar-benar terjadi. Sehingga, ketika yang terburuk memang terjadi, saya
sudah siap, dan tidak akan ada lagi perasaan yang keluar dari diri
saya, apapun itu. Marah... sedih... kesal...
Ketika
saya berpisah dengan kamu (yang bukan kamu di beberapa paragraf diatas)
beberapa minggu yang lalu, tidak ada tangis mengaharu biru, tidak ada
angin dan deru debu, apalagi bapak-bapak di pinggir jalan lagi
nyapu-nyapu. Saya menutup lembaran kisah kita dengan tawa dan canda
bersama beberapa sahabat dengan secangkir kopi di pojokan Alam Sutra.
Tapi,
membaca Kening malam ini, akhirnya saya meneteskan air mata saya.
Terlalu banyak persamaan antara kamu dan Agra. Panggil saya lebay (yang
sudah dilakukan oleh sebagian besar orang), tapi apa yang diceritakan
Fitri dalam bukunya benar-benar mengingatkan saya sama kamu.
Saya,
merasa berada di tempat Fitri, saya ingat akan ketakutan saya akan
Jogja. Ketika kerinduan saya yang memuncak akan kamu dan Jogjakarta,
dibarengi dengan ketakutan saya untuk melihat tempat-tempat di Jogja.
Karena kamu sudah seperti kutangku, kubawa kemanapun ku pergi. Sedangkan
aku sudah seperti mobil rentalan turis, keliling seluruh tempat tanpa
henti, sambil terus menerus ingin mencari. Lagi. Lagi.
Air mata saya menetes. Bukan karena cerita dibuku itu. Tapi karena saya rindu. Ketika saya sudah bisa menguasai perasaan saya, ada sebuah bagian dimana Fitri marah sekali sama Arga karena dia hanya bisa bercerita. Hanya bisa bermimpi. Tapi tidak mulai berlalu.
Itu kamu banget bukan?
Hal yang aku teriakan di malam terakhir kita bersama. Dimalam yang seharusnya besok genap kita berusia 9 bulan?
Kendi, dan ibu masih terjaga. Aku pengen meneruskan membaca buku Kening. Tapi aku takut. Aku terlampau rindu. Sama kamu.
Take care, kamu.
Monday, 1 August 2011
SEANDAINYA BUNUH DIRI TIDAK DI HARAMKAN
sebagai sosok yang paling mudah menyerah, hari ini adalah kari enta kesekian kali gue merasa mau mati. Setelah bersusah payah dan untung aja engga bunuh diri pas ngerjain skripsi, ternyata gue berhadapan dengan hal yang jauh lebih sulit lagi dari skripsi. Gue, sebagai orang yang sangat ceroboh, penakut dan tidak terorganisir, mendapat pekerjaan seperti ini.
Entah apa yang menjadi dasar gue bisa diterima di perusahaan ini. Sebagai orang yang sudah memiliki jiwa dagang dari awal, gue tau kalo gue amat sangat mengukur segala sesuatu yang gue perbuat dari segi uang. Memang, uang yang gue terima dari berdagang itu engga terlalu banyak, tapi paling engga gue seneng karena gue mendapatkannya tanpa perlu terlalu bersusah payah.
Di kantor gue yang baru ini, job desk gue amat sangat banyak sekali. Gue rasanya mau mati. BENERAN. Gue amat sangat ketakutan sekarang, Harapan gue satu-satunya adalah gue cukup buruk sehingga gue dikeluarkan sama pihak kantornya sana.
Disini, gue bener-bener merasa amat diuji. Ketakutan dan ketidakperdulian akan semua hal yang sangat gue takutkan mendadak menjadi JOB DESK gue. dan yang paling parah adalah gue mengerkan semua hal tersebut SENDIRIAN. gue bener-bener merasa drop banget sekarang.
Jam kerja yang sangat parah dan engga dihitung lembur bener-bener bikin gue tambah males. Selain itu, gue harus bisa melakukan pekerjaan banyak divisi sendirian. Ya Allah.... ini bener-bener bukan pekerjaan yang gue inginkan...
Gue cuma berharap, semoga gue bisa bertahan, atau gue bisa segera dipecat, gue takut sekali Ya Allah... :'''''''''( jangan Kau jadikan hambamu ini melakukan apa yang melampaui batas kemampuanku ini Ya Allah... berikanlah aku pekerjaan yang aku suka Ya Allah... Tolong aku... :"""""""""""""(
Thursday, 21 July 2011
Invitation yang paling ditunggu
hari ini, gue di sms sama danareksa untuk dateng ke tes toefl dia besok rabu. Gue pribadi sih ngga yakin bakalan lolos tes berikutnya, soalnya minimal TOEFL yang dibutuhkan adalah 550. TOEFL gue paling tinggi cuma 490 dan itu pun diraih pada saat kejayaan gue dulu. Apalagi sekarang gitu kan?
Gue lagi berfikir untuk mulai les bahasa Inggris lagi nih, malu abisan kalo nulis di Twitter grammarnya suka berantakan. Eh balik ke Danareksa.
Pas tadi gue di sms sore sore, jujur gue seneng banget, maksud gue, Men... ini pekerjaan impian gue men.. jadi pialang saham... saik banget ga siii.... gue ngga tau kenapa gue bisa dipanggil, padahal CV gue ngga bagus, mungkin satu satunya kemungkinan adalah karena gue adalah lulusan UGM. ngga mungkin karena prestasi gue.
Baiklah, tadi sms dari danareksa udah gue bales, gue akan hadir buat tes TOEFL mereka besok, wish me luck!
Gue lagi berfikir untuk mulai les bahasa Inggris lagi nih, malu abisan kalo nulis di Twitter grammarnya suka berantakan. Eh balik ke Danareksa.
Pas tadi gue di sms sore sore, jujur gue seneng banget, maksud gue, Men... ini pekerjaan impian gue men.. jadi pialang saham... saik banget ga siii.... gue ngga tau kenapa gue bisa dipanggil, padahal CV gue ngga bagus, mungkin satu satunya kemungkinan adalah karena gue adalah lulusan UGM. ngga mungkin karena prestasi gue.
Baiklah, tadi sms dari danareksa udah gue bales, gue akan hadir buat tes TOEFL mereka besok, wish me luck!
Tuesday, 19 July 2011
Pensiun Dini (Sekali)
barusan gue baca tentang buku pensiunannya bokap gue, hm... gue jadi berfikir untuk mulai dari sekarang merencanakan pensiun gue nanti. kalo misalnya gue jadi bekerja di kompas, gaji yang gue terima sebesar 2juta 5ratus ribu rupiah setiap bulannya, dan seluruh gaji tersebut akan langsung gue depositokan ke bank.
Setelah gue hitung, meskipun udah menyetor semua gaji gue, ternyata dalam satu tahun, uang yag gue punya di bank cuma sebesar 30.000.000 aja, dan butuh 5 tahun untuk mendapat uang sebesar 150.000.000.
Padahal, yang ada di angan-angan gue, untuk bisa membeli sebidang tanah aja, gue butuh uang sebesar 150 juta lebih, belum untuk mulai membangun kos-kosan. Hm...
Ternyata, untuk hidup tenang secara finansial itu ngga mudah, untuk orang yang mulai dari nol seperti gue, cukup berat... Bismillah... gue harus bisa!
Sunday, 19 June 2011
daripada nganggur
hari ini adalah hari pertama gue menjadi reporter di web nya om gue. emang sih, reporter nyampah, tapi gpp deh buat nambah-nambahin di CV biar kesannya ngga nganggur-nggangur amat gitu. hahahaha.
gara-gara nulis artikel sebiji, gue jadi berpikiran untuk mulai nerbitin buku. genrenya komedi kayanya. gue mau buat novel komedi baru yang lebih lucu dibandingkan dengan novelnya RD yang pertama. soalnya makin kesini kan tulisan dia jadi serius tuh, kurang asik ah dibacanya. jadi gue akan jadi penulis cewek pertama yang mulai untuk ngejayus. doain ya moga2 aja ngga lebay jadinya, amin. kalo udah insya allah mau di kirim ke BP. doain ya! :)
gara-gara nulis artikel sebiji, gue jadi berpikiran untuk mulai nerbitin buku. genrenya komedi kayanya. gue mau buat novel komedi baru yang lebih lucu dibandingkan dengan novelnya RD yang pertama. soalnya makin kesini kan tulisan dia jadi serius tuh, kurang asik ah dibacanya. jadi gue akan jadi penulis cewek pertama yang mulai untuk ngejayus. doain ya moga2 aja ngga lebay jadinya, amin. kalo udah insya allah mau di kirim ke BP. doain ya! :)
Thursday, 16 June 2011
penyakit hati menahun
si dinda udah di beliin bb baru. saking iri nya gue sampe ngga mau tanya dia beli bb apa. ya Tuhan. kenapa sih saya ngga bisa menyembuhkan rasa iri dan dengki saya? saya rasanya sangat tersiksa akan penyakit saya ini. rasanya saya tidak pernah bisa melihat orang lain yang lebih sukses dan lebih baik dibandingkan saya.
kalau sedang begini, rasanya saya malas sekali. rasanya saya ngga pengen lama-lama di dunia. karena saya hidup lebih lama di dunia cuma bakalan mupuk dosa, bener ngga? katanya orang yang suka iri dan dengki itu yang paling dibenci sama Allah. tapi gimana dooonggg.... Ya Tuhan... gimana ini... aku ingin sembuh dari penyakit hati ini Ya Allah... :"""""(
kalau sedang begini, rasanya saya malas sekali. rasanya saya ngga pengen lama-lama di dunia. karena saya hidup lebih lama di dunia cuma bakalan mupuk dosa, bener ngga? katanya orang yang suka iri dan dengki itu yang paling dibenci sama Allah. tapi gimana dooonggg.... Ya Tuhan... gimana ini... aku ingin sembuh dari penyakit hati ini Ya Allah... :"""""(
Wednesday, 15 June 2011
terbalik
mungkin dari saya lahir saya sudah di takdirkan untuk tumbuh sebagai gadis yang matre. tapi sayang seribu sayang, dari wal pertama kali saya punya pacar, yang harus membayar untuk nyaris sebagian besar kegiatan berpacaran ya saya.
terus terang, penyakit iri hati saya sangat mengganggu. harusnya saya bersyukur, paling enggak sudah ada yang mau berpacaran dengan saya, tapi saya malah semakin ingin ini, ingin itu. padahal, dulu waktu saya kecil, boro-boro ada lelaki yang tertarik dengan saya.
waktu saya kecil, saya ini, sudah jelek, menyebalkan, dan sok tahu pula. yah, pantas saja tidak ada lelaki yang berniat untuk mendekati saya. yah, paling tidak, saat ini saya sudah tidak sejelek dulu lah, alhamdulillah. jadi kalo tingkah saya masih menyebalkan, paling engga muka saya masih agak enak dilihat lah. haha.
tapi dari yang saya perhatikan, rata-rata laki-laki yang sudah menjalin hubungan dengan saya akhirnya menjadi jengah setelah beberapa lama. akhirnya mereka pun mulai menjauh dan akhirnya ya saya di putusin. haha. kasihan ya.
tapi biar bagaimana pun, saya ingin sekali punya pacar yang membayari saya apapun. kadang-kadang saya suka sedih. seringkali say berfikir, dalam setiap hubungan yang saya jalani (kecuali hubungan yang pertama), saya seringkali bertindak sebagai laki-laki. saya selalu menjadi oknum yang tidak berperasaan, berhati dingin, sembarangan. dimana di lain sisi, pacar saya, lebih bertindak sebagai perempunnya. banyak merengek, dan lain sebagainya.
kadang-kadang, saya merasa lelah. saya sudah memutuskan, setelah selesai menjalani hubungan ini, saya akan berhenti berpacaran. saya akan memfokuskan kepada karir dan uang. saya sudah menjadi seorang tulang punggung keluarga (ya belom sih, tapi mesti siap-siap lah), saya harus fokus dengan kuliah adik saya nanti. apalagi hari gini, biaya perkuliahan sangatlah mahal sekali. saya bertekad, saya mau taa'ruf! siapa yang melmar akan menjadi suami saya. pacarannya nanti saja. setelah menikah. ya! mungkin memang harus begitu. baiklah.
hari ini, oknum D, sepupu saya di kota YK, mendapat hadiah blackberry bold dari pacarnya, dan dia meminta uang kecepatan (internet) karena belum di bayar. haduh, kepala saya langsung pusing dibuatnya. bagaimana ini, saya malu mau meminta sama ibu saya, tapi bagaimana, saya tidak punya uang sama sekali. sudah begitu, kemarin malah saya mencoba untuk membuat katalog produk CS, dan gagal. haduh, saya gemuk sekali dan juga hitam sekali. huh! :(
yah sudahlah, sekarang saya hanya bisa meminta kepada Allah SWT, semoga Ia segera menyembuhkan penyakit iri dengki ku. amin.
terus terang, penyakit iri hati saya sangat mengganggu. harusnya saya bersyukur, paling enggak sudah ada yang mau berpacaran dengan saya, tapi saya malah semakin ingin ini, ingin itu. padahal, dulu waktu saya kecil, boro-boro ada lelaki yang tertarik dengan saya.
waktu saya kecil, saya ini, sudah jelek, menyebalkan, dan sok tahu pula. yah, pantas saja tidak ada lelaki yang berniat untuk mendekati saya. yah, paling tidak, saat ini saya sudah tidak sejelek dulu lah, alhamdulillah. jadi kalo tingkah saya masih menyebalkan, paling engga muka saya masih agak enak dilihat lah. haha.
tapi dari yang saya perhatikan, rata-rata laki-laki yang sudah menjalin hubungan dengan saya akhirnya menjadi jengah setelah beberapa lama. akhirnya mereka pun mulai menjauh dan akhirnya ya saya di putusin. haha. kasihan ya.
tapi biar bagaimana pun, saya ingin sekali punya pacar yang membayari saya apapun. kadang-kadang saya suka sedih. seringkali say berfikir, dalam setiap hubungan yang saya jalani (kecuali hubungan yang pertama), saya seringkali bertindak sebagai laki-laki. saya selalu menjadi oknum yang tidak berperasaan, berhati dingin, sembarangan. dimana di lain sisi, pacar saya, lebih bertindak sebagai perempunnya. banyak merengek, dan lain sebagainya.
kadang-kadang, saya merasa lelah. saya sudah memutuskan, setelah selesai menjalani hubungan ini, saya akan berhenti berpacaran. saya akan memfokuskan kepada karir dan uang. saya sudah menjadi seorang tulang punggung keluarga (ya belom sih, tapi mesti siap-siap lah), saya harus fokus dengan kuliah adik saya nanti. apalagi hari gini, biaya perkuliahan sangatlah mahal sekali. saya bertekad, saya mau taa'ruf! siapa yang melmar akan menjadi suami saya. pacarannya nanti saja. setelah menikah. ya! mungkin memang harus begitu. baiklah.
hari ini, oknum D, sepupu saya di kota YK, mendapat hadiah blackberry bold dari pacarnya, dan dia meminta uang kecepatan (internet) karena belum di bayar. haduh, kepala saya langsung pusing dibuatnya. bagaimana ini, saya malu mau meminta sama ibu saya, tapi bagaimana, saya tidak punya uang sama sekali. sudah begitu, kemarin malah saya mencoba untuk membuat katalog produk CS, dan gagal. haduh, saya gemuk sekali dan juga hitam sekali. huh! :(
yah sudahlah, sekarang saya hanya bisa meminta kepada Allah SWT, semoga Ia segera menyembuhkan penyakit iri dengki ku. amin.
Tuesday, 14 June 2011
kere
hah... ngga punya uang. memang menyebalkan. sangat sangat menyebalkan. tapi untuk memulai kembali berfoto untuk chaos rasanya malaaaasssss.... sekali. payah. benar-benar menyebalkan. padahla satu-satunya cara untuk mendapatkan uang saat ini ya dengan kembali berjualan. haduh. baiklah baiklah. harus segera dimulai kembali rasanya. siap! hap! hap!
tidak jadi pulang
ngga jadi pulang nih. tadinya mau pulang besok (rabu), tapi karena saya pikir bakal ada jobfair di senayan city besok sabtu dan minggu, saya kepengen dateng sih. meskipun, dari sekarang udah jiper duluan, bisa ngga nge handle orang-orang itu hahaha. jiper duluan masya allah.
hah, bagaimana bisa maju kalau belum apa-apa sudah takut duluan. tapi saya tidak boleh menyerah! ya! saya harus bisa! sesusah apa sih job fair itu? palingan yang bikin susah kalo ayah saya ikut-ikutan, yang ini aja mbak, daftar itu aja mbak. yah, ya! saya harus berusaha! harus!
sekarang jam setengah tiga sore dan saya baru bangun tidur. tadi ketika saya sedang solat zuhur, saya berfikir untuk mencari pekerjaan di jogjakarta saja. hhh. entah berapa besar uang yang bisa saya dapatkan disana. tapi entah mengapa bekerja disana terdengar sangat menarik. hahaha.
yah baiklah, saya juga akan mencoba! siap!
hah, bagaimana bisa maju kalau belum apa-apa sudah takut duluan. tapi saya tidak boleh menyerah! ya! saya harus bisa! sesusah apa sih job fair itu? palingan yang bikin susah kalo ayah saya ikut-ikutan, yang ini aja mbak, daftar itu aja mbak. yah, ya! saya harus berusaha! harus!
sekarang jam setengah tiga sore dan saya baru bangun tidur. tadi ketika saya sedang solat zuhur, saya berfikir untuk mencari pekerjaan di jogjakarta saja. hhh. entah berapa besar uang yang bisa saya dapatkan disana. tapi entah mengapa bekerja disana terdengar sangat menarik. hahaha.
yah baiklah, saya juga akan mencoba! siap!
Monday, 13 June 2011
i dont care, deypey.
kadang-kadang, kalo mendapat komentar dari mereka yang udah ngebaca multiply gue dan memberikan reaksi positif, gue suka bingung. apa yang bagus dari blog gue itu? itu ngg alebih dari ungkapan frustasi seorang remaja yang bodoh, tidak diterima dalam lingkungan pergaulannya dan juga tidak memiliki kemampuan yang sebanding dengan teman-temannya yang lain.
padahal menurut saya, tulisan saya ngga ada apa-apanya dibandingkan tulisan arwil maupun syadin. (semua nama saya samarkan agar engga ke search di search engine). bahkan, di beberapa tulisan yang saya rasa saya sangat total dan "menulis dengan menggunakan hati" malah tidak mendapatkan tanggapan yang banyak.
menulis dalam sebuah ranah, dimana terdapat home, dimana setiap update terbaru bisa langsung masuk dan dapat dibaca setiap orang, dan kemudian tidak mendapat komentar apa-apa, terus terang itu sangat menyakitkan. saya udah terbiasa untuk mendapatkan komentar positif akan tulisan-tulisan saya, jadi saya langsung merasa down ketika pada akhirnya tidak ada lagi orang yang menggubris tulisan-tulisan saya.
akhirnya, untuk sedikit menyindir, dan "bertanya secara halus" masih ada kah orang yang ingin membaca tulisan-tulisan saya, saya berkata bahwa saya akan berhenti menulis dalam akun multiply saya. dan ternyata. tak ada yang perduli.
ah sial. tau gitu ngga usah sok-sok an bilang mau berhenti deh.
yah inilah dia, pelairan, dan pengharapan baru. mengkin lebih baik saya berkata untuk saya sendiri, dan membacanya untuk saya sendiri. dengan begitu, saya jadi bisa berkaca bukan? :)
padahal menurut saya, tulisan saya ngga ada apa-apanya dibandingkan tulisan arwil maupun syadin. (semua nama saya samarkan agar engga ke search di search engine). bahkan, di beberapa tulisan yang saya rasa saya sangat total dan "menulis dengan menggunakan hati" malah tidak mendapatkan tanggapan yang banyak.
menulis dalam sebuah ranah, dimana terdapat home, dimana setiap update terbaru bisa langsung masuk dan dapat dibaca setiap orang, dan kemudian tidak mendapat komentar apa-apa, terus terang itu sangat menyakitkan. saya udah terbiasa untuk mendapatkan komentar positif akan tulisan-tulisan saya, jadi saya langsung merasa down ketika pada akhirnya tidak ada lagi orang yang menggubris tulisan-tulisan saya.
akhirnya, untuk sedikit menyindir, dan "bertanya secara halus" masih ada kah orang yang ingin membaca tulisan-tulisan saya, saya berkata bahwa saya akan berhenti menulis dalam akun multiply saya. dan ternyata. tak ada yang perduli.
ah sial. tau gitu ngga usah sok-sok an bilang mau berhenti deh.
yah inilah dia, pelairan, dan pengharapan baru. mengkin lebih baik saya berkata untuk saya sendiri, dan membacanya untuk saya sendiri. dengan begitu, saya jadi bisa berkaca bukan? :)
melawan sesama
tadinya saya berniat untuk menghapus beberapa blog saya sebelumnya, atau ngga mengganti domainnya biar ngga bisa di search di search engine. tapi, berhubung yang punya nama Dian Pawestri di Indonesia ini banyak banget... saya tau pasti yang pengen pake domain deypey.com di blogspotnya banyak banget, jadi lebih baik saya pertahankan. karena saya ngga mau kalah dengan deypey deypey lainnya.
HAHAHAHA! saya menang! saya sudah curi start! hahaha rasakan.
akhirnya, saya memutuskan untuk membuat satu blog baru (lagi). setelah saya baca-baca, dari 4 blog yang saya miliki, ke-4-4nya memiliki cara penyampaian yang berbeda. ada yang isinya lawakan aja, curhat, sok-sok ngequote (baca: sok bijak), dan akhirnya, nulis ala-ala ibu-ibu di blog ini.
yah, saya akan coba jujur di blog saya yang terbaru ini. :)
saya menanggung resiko sih sebenarnya, ada nama panjang saya nih mencuat tiap saya selesai ngetik. mudah-mudahan ngga nongol dah di search engine, amin.
HAHAHAHA! saya menang! saya sudah curi start! hahaha rasakan.
akhirnya, saya memutuskan untuk membuat satu blog baru (lagi). setelah saya baca-baca, dari 4 blog yang saya miliki, ke-4-4nya memiliki cara penyampaian yang berbeda. ada yang isinya lawakan aja, curhat, sok-sok ngequote (baca: sok bijak), dan akhirnya, nulis ala-ala ibu-ibu di blog ini.
yah, saya akan coba jujur di blog saya yang terbaru ini. :)
saya menanggung resiko sih sebenarnya, ada nama panjang saya nih mencuat tiap saya selesai ngetik. mudah-mudahan ngga nongol dah di search engine, amin.
titik dua(tanpa spasi)huruf p
emoticon
dalam menulis sehari-hari, baik saat mengetik sms, atau sekedar mengupdate status di twitter, terkadang kita menambahkan beberapa emoticon untuk membantu kita dalam menyampaikan emosi yang dirasakan. misalnya, menggunakan smiley :) (senyum), :( (sedih) dan banyak lagi lainnya. apalagi kalo kalian adalah pengguna blackberry, disitu terdapat menu auto teks yang bisa diedit dengan seenak udel dengan limit yang tidak terbatas (mungkin terbatas, tapi penulis belum mengecek berapa banyak).
tapi dari keseluruhan emoticon yang digunakan, penggunaan emoticon melet ( :p ) adalah penggunakan emoticon paling menyebalkan seluruh dunia akhirat. apapun konteks yang digunakan, melengkapi tulisan dengan emoticon tersebut dan ditujukan kepada saya khususnya (misalnya saat mereply sms, atau bbm, atau status twitter, bahkan blog) membuat saya marah dan merasa dihina. entah ngga tau gimana, tapi ketika emoticon tersebut muncul, yang ada di bayangan saya adalah raut muka seorang pemeran antagonis di sinetron, dengan bibir nyinyir yang nyaris sumbing saking sinisnya, dengan alis yang terangkat sebelah.
POKONYA NYEBAI PISAN LAH.
beberapa teman saya sudah saya ingatkan untuk tidak menggunakan emoticon tersebut ketika sedang berinteraksi teks dengan saya. namun tentu saya tidak bisa meminta kepada seluruh orang untuk tidak menggunkan emoticon itu kepada saya kan? emangnye, sape eloh? pasti begitu batin orang-orang yang ngga deket sama saya.
masih mending kalo saya sedang menggunakan blackberry saya saat ada yang mengirimkan emoticon itu, tapi kalo ada yang mengirimkan ke nomer saya yang ada di dalam ponsel nokia. waduh... kecil kemungkinan saya akan membalas sms anda. yah, keculi nama kamu berinisial SBY, atau RW (ibu saya), ataupun WTH (bapak saya).
bener si. saya jendral bukan, cindirella bukan, apalagi eminem. ow, jelas bukan.
maka dari itu. saya himbau (ceile, calon gubernur lagaknye beda ye) kepada masyarakat Multiply untuk menggunakan emoticon dengan baik dan benar. :P ( loh? )
dalam menulis sehari-hari, baik saat mengetik sms, atau sekedar mengupdate status di twitter, terkadang kita menambahkan beberapa emoticon untuk membantu kita dalam menyampaikan emosi yang dirasakan. misalnya, menggunakan smiley :) (senyum), :( (sedih) dan banyak lagi lainnya. apalagi kalo kalian adalah pengguna blackberry, disitu terdapat menu auto teks yang bisa diedit dengan seenak udel dengan limit yang tidak terbatas (mungkin terbatas, tapi penulis belum mengecek berapa banyak).
tapi dari keseluruhan emoticon yang digunakan, penggunaan emoticon melet ( :p ) adalah penggunakan emoticon paling menyebalkan seluruh dunia akhirat. apapun konteks yang digunakan, melengkapi tulisan dengan emoticon tersebut dan ditujukan kepada saya khususnya (misalnya saat mereply sms, atau bbm, atau status twitter, bahkan blog) membuat saya marah dan merasa dihina. entah ngga tau gimana, tapi ketika emoticon tersebut muncul, yang ada di bayangan saya adalah raut muka seorang pemeran antagonis di sinetron, dengan bibir nyinyir yang nyaris sumbing saking sinisnya, dengan alis yang terangkat sebelah.
POKONYA NYEBAI PISAN LAH.
beberapa teman saya sudah saya ingatkan untuk tidak menggunakan emoticon tersebut ketika sedang berinteraksi teks dengan saya. namun tentu saya tidak bisa meminta kepada seluruh orang untuk tidak menggunkan emoticon itu kepada saya kan? emangnye, sape eloh? pasti begitu batin orang-orang yang ngga deket sama saya.
masih mending kalo saya sedang menggunakan blackberry saya saat ada yang mengirimkan emoticon itu, tapi kalo ada yang mengirimkan ke nomer saya yang ada di dalam ponsel nokia. waduh... kecil kemungkinan saya akan membalas sms anda. yah, keculi nama kamu berinisial SBY, atau RW (ibu saya), ataupun WTH (bapak saya).
bener si. saya jendral bukan, cindirella bukan, apalagi eminem. ow, jelas bukan.
maka dari itu. saya himbau (ceile, calon gubernur lagaknye beda ye) kepada masyarakat Multiply untuk menggunakan emoticon dengan baik dan benar. :P ( loh? )
pergeseran cita-cita
tau ngga apa ketakutan terbaru saya sekarang? saya takut putus sama kamu. padahal jelas-jelas jadian sama kamu adalah sebuah kesalahan terbesar dalam hidup saya. pacaran sama Katolik dan saya Islam.
haduh... ampuni dosa saya Tuhan...
akhir-akhir ini yang ada dalam pikiran saya adalah, apakah nanti, laki-laki yang akan menjadi suami saya bisa sebaik kamu? apakah ia bisa menghargai dan mencintai saya sebesar dan sebaik cara kamu memperlakukan saya sekarang?
(haduh, lagi asik nulis tiba-tiba nongol notifikasi batre laptop mau abis ganggu banget deh)
gagal di psikotest yang saya kerjain sendiri di rumah bikin saya jadi pesimis kalo saya emang bisa dapet kerjaan beneran di kantor. saya sampe udah ngga mau lagi ngelamar di kantor, dan berharap ada laki-laki mapan, yang cinta sama saya dan ingin segera melamar saya. hahaha.
iya iya, saya memang juaranya males.
rasanya, akhir-akhir ini, menjadi ibu dan menimang anak menjadi lebih menarik daripada harus menghadapi orang yang akan menginterview saya.
hm... saya ngga tau kapan sih waktu itu datang. waktu dimana akhirnya ada lelaki yang menjadi suami saya dan meminta saya kepada orang tua saya.
aduh gak sabar deh!
di doa saya dalam setiap shalat, saya memang ngga meminta apa-apa, tapi sebenarnya dalam hati, saya sudah tidak sabar untuk segera menikah. tapi biasanya sih, apa yang paling saya harapkan tidak akan menjadi kenyataan. biasanya harapan saya terkabul justru ketika saya sudah tidak mengharapkan apapun.
yah... ya sudah lah. mungkin lebih baik saya bersabar saja.
dengarkan doa saya Ya Allah..
haduh... ampuni dosa saya Tuhan...
akhir-akhir ini yang ada dalam pikiran saya adalah, apakah nanti, laki-laki yang akan menjadi suami saya bisa sebaik kamu? apakah ia bisa menghargai dan mencintai saya sebesar dan sebaik cara kamu memperlakukan saya sekarang?
(haduh, lagi asik nulis tiba-tiba nongol notifikasi batre laptop mau abis ganggu banget deh)
gagal di psikotest yang saya kerjain sendiri di rumah bikin saya jadi pesimis kalo saya emang bisa dapet kerjaan beneran di kantor. saya sampe udah ngga mau lagi ngelamar di kantor, dan berharap ada laki-laki mapan, yang cinta sama saya dan ingin segera melamar saya. hahaha.
iya iya, saya memang juaranya males.
rasanya, akhir-akhir ini, menjadi ibu dan menimang anak menjadi lebih menarik daripada harus menghadapi orang yang akan menginterview saya.
hm... saya ngga tau kapan sih waktu itu datang. waktu dimana akhirnya ada lelaki yang menjadi suami saya dan meminta saya kepada orang tua saya.
aduh gak sabar deh!
di doa saya dalam setiap shalat, saya memang ngga meminta apa-apa, tapi sebenarnya dalam hati, saya sudah tidak sabar untuk segera menikah. tapi biasanya sih, apa yang paling saya harapkan tidak akan menjadi kenyataan. biasanya harapan saya terkabul justru ketika saya sudah tidak mengharapkan apapun.
yah... ya sudah lah. mungkin lebih baik saya bersabar saja.
dengarkan doa saya Ya Allah..
kekalahan setelah 8 tahun
mungkin ini yang dibilang orang-orang dengan jatuh cinta. belum pernah dalam hidup gue, gue menemukan orang yang luar biasa sabar dan baik. luar biasa menghargai derajat perempuan. dan dengan sabar bisa menerima perempuannya dengan sebaik-baiknya.
saya tau tulisan saya kali ini sangatlah chessy. duh terus terang saya malu nulis tulisan macem begini. rasanya di dalam dada saya ada yang sedang terlena, tapi di sisi lain dada saya sedang sibuk teriak. mereka marah. sebagian dari diri saya ingin berontak. karena mereka telah kalah. mereka sudah kalah dihantam perlakuan baik dan juga rasa cinta yang begitu besarnya.
babiiiiiiiii!!!!!
rasanya saya ingin sekali marah. ingin teriak. sejak pertama kali saya jatuh ke lubang tak berdasar. impian perempuan abg labil, yang merasa bahwa lelaki yang menjadi pacar pertamanya lah yang akan menjadi pendamping hidup sampai akhir hayatnya, sehingga dengan bodohnya ia menyerahkan perhatian dan rasa cintanya kepada lelaki tersebut.
dan akhirnya, semua ekspetasi dari perempuan itu (saya) salah besar. saya dikhianati habis habisan. lelaki yang menjadi tambatan hati pertama saya, menjalin kasih saat masih menjadi pacar saya, dengan perempuan yang amat sangat saya benci.
ah, betapa menyedihkan dan betapa ingin matinya saya kala itu.
sejak itulah, saya berusaha untuk selalu mengaggap tinggi diri saya sendiri. saya berusaha untuk selalu mencari sisi negatif dari setiap lelaki yang menjalin hubungan dengan saya. sehingga ketida pada akhirnya hubungan tersebut kandas, tidak pernah ada rasa kecewa, menyesal, sedih, maupun tangis airmata yang keluar dari saya apabila saya harus mengakhiri hubungan dengan seseorang.
semenjak saya dikecewakan untuk pertama kalinya, sebuah benteng tak tertembus sedikit-demi sedikit mulai saya bangun. saya berhenti untuk mencintai. saya mulai untuk menekan tombol backspace terhadap kata cinta dalam hidup saya. saya mulai memupuk diri saya untuk menjadi wanita mandiri. menjadi wanita yang superior, hidup diliputi ego yang besar, sehingga selalu mau menang sendiri dan tidak mau mengalah pada pria manapun.
hari demi hari, bulan berganti bulan, dan tahun demi tahun pun terlewati. sedikit-demi sedikit saya mulai bisa melupakan kebencian saya dan mulai menetralkan rasa muak saya terhadap lelaki tersebut. pengaharapan akan perhatiannya akhirnya mulai berganti dengan rasa jijik dan muak. akhirnya saya bisa menjalani hidup tanpa angan-angan pengharapan dan mulai menapaki lembaran baru.
satu hal yang selalu saya tanamkan semenjak saat itu, bahwa lelaki, selalu baik, apabila mereka belum mendapatkan apa yang diharapkannya. mereka cenderung untuk lebih semangat mengejar apa yang belum bisa menjadi miliknya, dan seringkali menyia-nyiakan wanita-wanita yang telah mereka dapatkan.
rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau, heh?
saya selalu bisa menghadapi lelaki-lelaki yang datang dan pergi. saya fikir, kalau mereka bisa menggombali dan mempermainkan perasaan wanita, mengapa saya tidak bisa melakukan hal yang sebaliknya? entah berapa banyak laki-laki yang mendekati saya, kemudian saya tanggapi, saya angkat mereka tinggi-tinggi dan akhirnya saya tolak habis-habisan hanya untuk memenuhi ego saya.
bahwa saya, perempuan yang telah dibuang dulunya, bisa membuang buang lelaki lelaki yang datang dengan penuh cinta dan harapan.
harapan my ass, pikir saya saat itu.
akhirnya, setelah hampir 3 tahun melakukan hal bodoh seperti itu, saya menjadi jenuh, dan akhirnya saya memutuskan untuk berhenti menanggapi sana dan menanggapi sini, dan memutuskan untuk menjadi wanita dingin, sinis dan tidak menyenangkan. saya sudah lelah. kesimpulan saya, lelaki dimana-mana sama saja.
sekarang sudah tahun ke 8. hati saya sudah sekeras batu, dan saya sudah tidak bisa lagi mengenali wujud cinta dalam bentuk apapun, dan dari siapapun. saat ini saya sudah lupa bagaimana cara membagi kehangatan dengan sesama. bagaimana membuat orang lain ikut merasakan kebahagiaan yang juga saya rasakan.
hati saya bukan lagi terbuat dari batu biasa. saya sudah menjadi logam mulia.
sayang sekali. saya tahu betapa sungguh disayangkan. saya seringkali diam memandangi cermin dimalam hari sebelum saya tidur. saya berkata pada diri saya sendiri. seperti apakah rasa mencintai itu? bagaimana cara menerima dan memahami, rasa cinta yang diberikan kepada saya? apa kuncinya? dimana kunci tersebut? apa yang harus saya lakukan untuk menjadi pribadi yang hangat lagi?
saat ini adzan subuh berkumandang. saya masih saja belum bisa menemukan jawaban atas pertanyaaan saya. hm. mungkin Tuhan tahu jawabannya. lebih baik saya segera pergi bertanya.
dah ah, sial. dia menjawab, kamu.
FAK!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
saya tau tulisan saya kali ini sangatlah chessy. duh terus terang saya malu nulis tulisan macem begini. rasanya di dalam dada saya ada yang sedang terlena, tapi di sisi lain dada saya sedang sibuk teriak. mereka marah. sebagian dari diri saya ingin berontak. karena mereka telah kalah. mereka sudah kalah dihantam perlakuan baik dan juga rasa cinta yang begitu besarnya.
babiiiiiiiii!!!!!
rasanya saya ingin sekali marah. ingin teriak. sejak pertama kali saya jatuh ke lubang tak berdasar. impian perempuan abg labil, yang merasa bahwa lelaki yang menjadi pacar pertamanya lah yang akan menjadi pendamping hidup sampai akhir hayatnya, sehingga dengan bodohnya ia menyerahkan perhatian dan rasa cintanya kepada lelaki tersebut.
dan akhirnya, semua ekspetasi dari perempuan itu (saya) salah besar. saya dikhianati habis habisan. lelaki yang menjadi tambatan hati pertama saya, menjalin kasih saat masih menjadi pacar saya, dengan perempuan yang amat sangat saya benci.
ah, betapa menyedihkan dan betapa ingin matinya saya kala itu.
sejak itulah, saya berusaha untuk selalu mengaggap tinggi diri saya sendiri. saya berusaha untuk selalu mencari sisi negatif dari setiap lelaki yang menjalin hubungan dengan saya. sehingga ketida pada akhirnya hubungan tersebut kandas, tidak pernah ada rasa kecewa, menyesal, sedih, maupun tangis airmata yang keluar dari saya apabila saya harus mengakhiri hubungan dengan seseorang.
semenjak saya dikecewakan untuk pertama kalinya, sebuah benteng tak tertembus sedikit-demi sedikit mulai saya bangun. saya berhenti untuk mencintai. saya mulai untuk menekan tombol backspace terhadap kata cinta dalam hidup saya. saya mulai memupuk diri saya untuk menjadi wanita mandiri. menjadi wanita yang superior, hidup diliputi ego yang besar, sehingga selalu mau menang sendiri dan tidak mau mengalah pada pria manapun.
hari demi hari, bulan berganti bulan, dan tahun demi tahun pun terlewati. sedikit-demi sedikit saya mulai bisa melupakan kebencian saya dan mulai menetralkan rasa muak saya terhadap lelaki tersebut. pengaharapan akan perhatiannya akhirnya mulai berganti dengan rasa jijik dan muak. akhirnya saya bisa menjalani hidup tanpa angan-angan pengharapan dan mulai menapaki lembaran baru.
satu hal yang selalu saya tanamkan semenjak saat itu, bahwa lelaki, selalu baik, apabila mereka belum mendapatkan apa yang diharapkannya. mereka cenderung untuk lebih semangat mengejar apa yang belum bisa menjadi miliknya, dan seringkali menyia-nyiakan wanita-wanita yang telah mereka dapatkan.
rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau, heh?
saya selalu bisa menghadapi lelaki-lelaki yang datang dan pergi. saya fikir, kalau mereka bisa menggombali dan mempermainkan perasaan wanita, mengapa saya tidak bisa melakukan hal yang sebaliknya? entah berapa banyak laki-laki yang mendekati saya, kemudian saya tanggapi, saya angkat mereka tinggi-tinggi dan akhirnya saya tolak habis-habisan hanya untuk memenuhi ego saya.
bahwa saya, perempuan yang telah dibuang dulunya, bisa membuang buang lelaki lelaki yang datang dengan penuh cinta dan harapan.
harapan my ass, pikir saya saat itu.
akhirnya, setelah hampir 3 tahun melakukan hal bodoh seperti itu, saya menjadi jenuh, dan akhirnya saya memutuskan untuk berhenti menanggapi sana dan menanggapi sini, dan memutuskan untuk menjadi wanita dingin, sinis dan tidak menyenangkan. saya sudah lelah. kesimpulan saya, lelaki dimana-mana sama saja.
sekarang sudah tahun ke 8. hati saya sudah sekeras batu, dan saya sudah tidak bisa lagi mengenali wujud cinta dalam bentuk apapun, dan dari siapapun. saat ini saya sudah lupa bagaimana cara membagi kehangatan dengan sesama. bagaimana membuat orang lain ikut merasakan kebahagiaan yang juga saya rasakan.
hati saya bukan lagi terbuat dari batu biasa. saya sudah menjadi logam mulia.
sayang sekali. saya tahu betapa sungguh disayangkan. saya seringkali diam memandangi cermin dimalam hari sebelum saya tidur. saya berkata pada diri saya sendiri. seperti apakah rasa mencintai itu? bagaimana cara menerima dan memahami, rasa cinta yang diberikan kepada saya? apa kuncinya? dimana kunci tersebut? apa yang harus saya lakukan untuk menjadi pribadi yang hangat lagi?
saat ini adzan subuh berkumandang. saya masih saja belum bisa menemukan jawaban atas pertanyaaan saya. hm. mungkin Tuhan tahu jawabannya. lebih baik saya segera pergi bertanya.
dah ah, sial. dia menjawab, kamu.
FAK!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Subscribe to:
Comments (Atom)